Menatap bianglala di senja hari
Tuk menemukan rona merah mengabdi
Setiap hari
Bagai roda pedati
Yang menggelinding tanpa henti
Dalam labirin waktu yang sangat sempit
Hanya duapuluh empat jam pasti
Kamu boleh kaya
Kamu boleh berkuasa
Kamu boleh berkelana entah kemana
Kamu boleh berteriak sekuat tenaga
Kamu boleh terkenal sejagat
kamu boleh tertawa dua tiga bahak
Tapi dari labirin sempit sang kala
Kamu tak berdaya
Tuk keluar dari bilangan duapuluh empat jam saja
Bertambahnya angka-angka dalam hitungan
Yang bergerak lurus kedepan
Tak pernah pantang
Tak pernah bisa ditentang dipedang
Karena kita hanyalah binatang jalang yang berteriak garang
Dalam rentang kalam dan ruang
Yang sama setiap orang
Kita mungkin putih atau hitam
Kita mungkin Jawa atau Kalimantan
Kita mungkin ningrat atau abdi dalem
Kita mungkin karang atau pualam
Tapi kita semua adalah serdadu-serdadu mataram
Dengan senjata terhunus dalam genggam
Tuk menikan dalam kelam
Hakikat kemanusiaan yang terpadu
Antara rentang ruang dan labirin waktu
Nilaimu terletak pada arah senjatamu
Dan siapa yang kamu bunuh
Bila senjatamu menghadap merbabu
Maka kamu adalah pengecut
Karena masa lalu tak akan merubah sesuatu
Jika senjatamu bermuara ke laut
Niscaya kamu akan menjadi suhu
Yang menaklukan samudra biru
Bila yang kamu tikam adalah haluanmu
Maka sebagai pecundang kamu gugur
Jika yang kamu bunuh adalah masa lalu
Niscaya kamu adalah pahlawan dan guru
Melihat kedalam diri
Karena yang menentukan senjata adalah kepala ini
Yang keputusannya ditentukan kini dan disini
Modus hidup yang benar bukan memiliki
Hidup adalah menjadi
Maka tebaslah kenangan yang menipu diri
Masa lalu adalah taman yang penuh duri
Keputusan harus segera di ambil
Masa depan harus segera di sikapi
Panjatlah gunung yang tinggi
Sebrangi tebing-tebing dan ngarai
Menyusuplah kedalam goa, dengan cadas berlapis-lapis
Disana, didalam goa ada malaikat nurani
Yang tak pernah mau merusak bumi
Kamu adalah khalifah
Kamu kuasa menemukan segala rahasia dan memilah
Kamu mengenal hakikat benar dan salah
Dalam pikiran jangan simpan rasa jemu dan lelah
Hidup adalah petualangan menyusuri pantai nyiur indah
Kamu bukan dinasaurus besar namun punah
Kamu adalah sejarah
Tanpa kamu api peradaban tidak jadi merah
Tanpa kamu kehidupan jadi sirna
Maka janganlah merasa rendah
Jangan biarkan dirimu menjadi sapi perah
Karena kamu tergantung pada rasa, nafas, dan desah
Serbulah cakrawala di tujuh petala
Dengan bahtera nusantara
Tebarkan jala
Jaringlah masa depan kala
Ambil semua yang ada
Tinggalkan segala yang tiada
Taktik dan strategimu adalah agama
Senjatamu adalah fitrah
Panglimamu adalah kepala
Berjuang, bangkit dan menang
Hidup adalah…..
maksudnya “membunuh masa lalu dan menjadi pahlawan atau guru” apa mas Amdhas, saya kurang ngerti..?
saya setuju dengan penutupnya, Ibadah, karena dengan beribadah dan betul-betul mengaplikasikan apa yang kita lakukan ketika beribadah, apa yang kita baca ketika beribadah, maka insya allah hidup kita akan sejalan dipenuhi nikmat.
Maksudnya adalah masa lalu itu baik dan buruk menjadi pelajaran hidup untuk lebih baik lagi.
Karena nasib bukan di tentukan dengan apa yang terjadi di masa yang akan datang dan juga masa lalu, tapi di tentukan apa yang terjadi sekarang kini dan disini, satu-satunya yang pasti dalam hidup ini adalah apa yang terjadi sekarang.
setuju nih,semua yang kita lakukan didunia ini adalah ibadah,tapi tergantung niat dan kemauan kita :D,keikhlasan juga bang hehe,btw abang keknya post tentang masa lalu terus ,lagi galau ya?hehe
Ga tau lagi kenapa ini randz..
Aku setuju hidup adalah ibadah tapi sampe’ saat ini masih belum beribadah lagi, kebnyakan setan dalam diri ini
Yah..namanya juga manusia zin kadang khilaf dan lupa. Sama ane juga begitu, ibadah klo di ISLAM yang wajib seperti puasa dan shalat. Tapi ada ibasdah yang lainnya, seperti berbagi kebaikan, sayang oprang tua, memberi sedekah dan sebagainya yang menyangkut kebaikan pun ibadah termasuk hidup.
Namun Shalat lima waktu dan puasa Ramadhan itu memang wajib untuk seorang Muslim.
Waaww.. Kata-katanya MANTAAAF BGT Bang.. I Like it!!
Hidup ini memang tak lebih dari Perjalanan Ibadah Manusia menuju Penciptanya!!!
Karena Alloh SWT menilai Manusia itu memang bukan dari duniawinya tapi pada hasil Iman dan taqwanya…
( dari Pak Ustad ) Hweehehehee… Agama bikin Hidup lebih Hidup!!!
Like it kesimpulannya..intinya hidup ini adalah ibadah.
Thank’s a lot
wah di kasih musik latar lagi EBIET G. ADE kyknya oke nih.. hahaha pas banget suasananya bang
Lagu ebiet jadi inget tuh rull..Karya ebiet memang banyak memberikan motivasi di dalamnya
Kalau tidak salah roda yang sekali berputar trus tidak mau berhenti namanya roda gila.
—
kalau saya hidup adalah hidup
for pleasing God and People.
Yang berputar di atas dari maksud puisi adalah MATAHARI.
Mas, mau tanya dong…
Apa mas setiap posting blogazine ini selalu membuat file style-nya tersendiri seperti ini ya : http://amdhas.tk/asset/hidup-adalah.css ??
Atau ada trik tersendiri untuk membuat file itu secara otomatis???
Boleh tau apa alasan harus dibuat seperti itu?
:D
Ada tricknya mas, kita membuat costum css dengan menginject art direction yang bisa membuat link, dengan bahasa kita sendiri tanpa ke server atau ke directory untuk mengupload. Insya Allah klo waktunya ada saya posting di kopizine. Karena panjang juga tahapannya harus ke
general-templatedan diwp-includesjuga.Ini juga yang di terapkan greogory woods dan hypoquote di wp namun memang tutorialnya ga ada. Alasannya lebih enak pakai eksternal file css dan lebih singkat tak menuju ke
wp-content/upload,,namun klo java script saya belum bisa palingan memanfaatkan custom field saja.Okelah… tak tunggu tutorialnya.. hihihi… :D
maknyuss benerr,
karena waktu adalah keniscayaan warna yang berputar
sepanjang masa
tiada jeda
Yaps..tiada jeda.
bagus puisinya…
pertama kesini kaget, kok gede2 banget font nya, hehe :D
masa lalu itu tidak harus dibunuh, masa lalu itu tidak harus dibenci.. meskipun masa lalu tidak merubah keadaan, tapi setidaknya karena masa lalu kita bisa menyiapkan masa depan yang jauh lebih baik.. *pendapat saya*
Setuju banget dhe, masa lalu bisa menjadi acuan untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang. Meskipun itu buruk atau baik namun harusnya sekarang dan kini lebih baik dari kemarin.
Hidup tanpa ibadah, apakah masih bisa dikatakan hidup yang sesungguhnya?, closing yang apik mas Henro.
[ups...energi sampeyan kok kayak ndak habisnya untuk mengelola blog...]