Fitrah yang asli kita timbun dalam-dalam dengan keburukan sifat. Kejujuran kita timbun dengan kebohongan berlapis-lapis. Kemurahan kita simpan dengan kekikiran demi kekikiran. Cinta kita tenggelamkan dengan kebencian. Sifat pemaaf kita abaikan dengan setia memelihara sifat dendam.
Sifat dasar yang orisinil dari tuhan yang telah bersemayam alami, yaitu sejatinya diri atau diri yang asli
Setiap manusia adalah ciptaan tuhan, terserah bagaimana anda atau agama anda memanamai atau menyebut tuhan itu. Dan karena tuhan mustahil memiliki sifat yang bertentangan dalam dirinya, maka pasti mustahil pula menciptakan manusia yang di dalam dirinya ada sifat bertentangan.
Sifat dasar yang orisinil dari tuhan inilah yang disebut FITRAH. Yaitu sejatinya DIRI atau DIRI yang asli. Sifat yang asli dari tuhan itu tak mungkin memiliki sifat-sifat buruk seperti benci, dendam,bohong, marah, pengecut, kikir, sombong dan sebagainya. Karena sifat-sifat seperti itu bertentangan dengan sifat-sifat Tuhan.
Nah, pertanyaannya bagaimana sifat-sifat lainya itu muncul dalam diri manusia? sifat-sifat itu muncul dari cara seseorang menpersepsi dan merespon lingkungan sekitar. dari situlah muncul sifat lainnya bisa sifat yang baik atau sifat yang buruk.
Itu semua bisa muncul dari DIRI yang di definisikan adalah kacamata yang kita gunakan untuk melihat, menyadari dan merespon lingkungan sekitar kita. Maka dari itulah setiap DIRI manusia berbeda karena mempunyai respon yang berbeda pula. Jadi bukan fitrah manusia yang berbeda tetapi dirinya.
Di dalam hidup ini ada dua jenis kehidupan yaitu kehidupan nyata yang kita lakoni setiap saat dan kehidupan semu yang seperti dalam film. Kehidupan semu di dalam film akan semakin terang gambarnya ketika bioskop di gelapkan. Namun sebaliknya dalam kehidupan nyata, semakin terang ruang maka semakin nampak jelas seluruh benda dan aktor kehidupan lainnya.
Begitu jugalah DIRI ini. Semakin gelap dia dalam timbunan sifat-sifat buruk maka semakin jelas dia melihat hal-hal semu. Sisi kebenaran yang sesungguhnya tidak mampu dia lihat, yang fakta dia anggap dusta sementara yang dusta dia sebut fakta. Dalam istilah buruk wajah cermin di belah.
Kalau penguasa menggunakan kacamata seperti ini, dia akan menjadi tiran dan otoriter. Kalu konglomerat dia akan menjadi penipu kelas kakap. Kalu politisi dia akan menjadi pembohong, kalu birokrat dia akan menjadi koruptor, kalau rohaniawan dia akan menjual agama dengan prinsip-prinsipnya. Kalau rakyat biasa, dia akan menjadi rakus dan tamak. Coba bayangkan jika suatu bangsa di isi orang-orang seperti ini. Krisis ekonomi hanyalah akibat bukan sebab.
Keadaan apapun pasti dapat dirubah dan berubah. Pembusukan dapat di kelola dengan baik akan menjadi pupuk yang menyuburkan. Yang di butuhkan adalah kelapangan dada untuk jujur kepada diri sendiri. Karena jika tak mampu jujur pada diri sendiri bagaimana kita mampu jujur kepada orang lain dan kepada TUHAN. Kejujuran adalah persyaratan utama untuk kembali menemukan FITRAH yang telah hilang. Sombong, tamak, kikir, bohong, pengecut, rakus, dendam bukan bagian dari FITRAH kita sebagai manusia.
Article by : Hendro Prayitno
Luar biasa bang Amdhas, memang kita sebagai manusia dilahirkan dengan berbagai kebaikan dan kesucian. Namun dalam perkembangannya, banyak hal ataupun kejadian yang mampu membuat kita melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan..
Karena sosialisasi dan respon yang membuat berubah, dan pada dasarnya manusia mahluk sosial. jadi bisa melakukan yang sebenarnya bertentangan dalam DIRI setiap individu.
Manusia lahir kedua tanpa dosa, tanpa sehelai benangpun
tapi perjalanan hidup yang menjadikan manusia hidup dalam keterpurukan
ulasan yang luar biasa mas, terima kasih atas kunjungannya
BTW, blognya keren :D :D
salam dari pamekasan madura
Waalaikumsalam
Setuju, manusia di lahirkan dalam keadaan fitrah, yang bisa mewarnainya adalah lingkungan sehingga dapat merubah sifat manusia nisa naik nisa pula menjadi buruk. Namun walupun buruk kembalikan lagi kepada kejujuran dan nurani dari setiap individu.
baru lihat blog seperti ini, hebat setiap halaman berbeda seperti majalah. sobat pasti bukan blogger sembarangan nih.
ulasan yang membuat saya termotivasi, manusia di lahirkan dalam keadaan suci, lalu lingkungan yang dapat merubahnya.
beneran saya iri sekali lihat blog ini, jadi malu sendiri..makasih kunjungannya dan masukannya di blog saya.. sering2 mampir ya,,pliss
Wah, ane ini blogger sembarangan justru sob..sembarang ngeblog and posting. Klo buat blog ini memang seriap halaman berbeda-beda yang di sebut konsep blogazine.
Yaps, lingkungan memang salah satu faktor yang dapat merubah sifat manusia, saya setuju itu.
Klo masalah kunjungan ane pasti kunjung sob klo ada waktu Insya Allah..klo komen pun pasti ane akan kunjung balik dan berusaha meninggalkan jejak juga berusaha komen sesuai artikel. Boleh di tanya sahabat lain yang suka berkomentar di blog ane.
Yang penting saling berinteraksi dan ukuwah tetap terjalin. klo kunjung ke sini ga komen juga ga apa2 sob, jangan di paksakan untuk komentar dan kunjungan balik di blog ini sob.
Thank’s a lot
Super sekali, memang benar manusia tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang yang sombong, kikir, tamak, pembohong dan sebagainya. Karena itu tidak menjadi FITRAH dari seorang manusia sebagai kholifah di dunia fana ini.
Klo mau direnungkan pada dasarnya manusia itu bersih ketika hadir di dunia ini, namun banyak faktor yang merubah sifat. Karena manusia mempunyai naluri dan sifat yang berubah2.
Aihhh suka banget dah sama nih artikel. Mau itu isi juga desainnya, nyaman sekali baca artikelnya dengan gradien ini. HEBAT!
setuju sekali dgn pendapat bang amdhas ini. Tuhan memang menciptakan kita dengan SUCI namun perbedaan yg terjadi seperti sekarang ini karena ‘lingkungan’ sip dah…
Iya teh cory, ini pakai CSS3 gradient radial
closest-side circlejadi ngeblur gitu di tengahnya..heheh.Alhamdulilah jika nyaman di baca teh, emang pada dasarnya seperti itu teh, manusia di lahirkan dalam keadaan fitrah..dan lingkungan salah satu faktor yang dapat merubah sifat manusia, yang bertentangan dengan fitrah yang sesungguhnya.
waa… bang saya gak bisa banyak koment ini — soal yg beginian mah gak nangkep saya bang? hehe…
hohoho..kayak nya saya sama dengan mas dhany…:D,
gak terlalu nangkep soal yg ini..hihihi..
gradient nya mantap mas..warna nya adem bgt..
Bulet-bulet begitu ndre..hehe, klo di chrome beda sepertinya..
Kaya capung di tangkep dhan..wkwkwk
wehh bang saya masih nyari jati diri hehee sangat pas baca ginian ditambah warna yang amat serasi paduannya :D
Tengahnya cerah gitu ya randz..heheh..sama dong ane jga masih harus banyak intropeksi, yah..buat dokumentasi postingan ini. Semoga bisa bermanfaat, dan di temukan jati dirinya.
emangnya lagi kemana tuh si jati diri randz? hehe..
fitrahnya manusia selalu khilaf dan berbuat dosa, maka dari itu selalu diingatkan untuk dekat dengan jalan Tuhan, ya, semoga fitrah itu bisa menjadikan diri kita benar2 dekat denganYa.
Amin.
Semoga dengan memahami fitrah kita sebagai manusia maka kita dapat menghindari sifat yang sebenernya tidak harus ada dalam diri kita.
salam kenal aja yaa
Salam kenal..tapi linknya ga pernah bisa di buka nih..
poin pentingnya adalah bagaimana kita sebagai manusia, hamba Allah selalu menyadari bahwa banyak sekali kekurangan yang ada pada diri kita.. sehingga bisa lebih maksimal didalam mensyukuri nikmat Allah..
ditunggu kunjungan baliknya sobat
salam :)
Amin
Point yang sangat bijak..setuju banget.
Intinya bersyukur, denganh nimat yang Allah berikan kepada kita. Bersyukur dapat juga mengembalikan fitrah tersebut.
sepertinya saya belum connect nih wkwkwk ijin menyimak dulu gan
Kita diberikan fitrah sebagai manusia yang baik, tapi sayang jiwa yang lemah selalu terlelap oleh godaan syetan untuk meninggalkan fitrah tersebut.
:)
nice article
bingung maw komen apa bang hehehehe islamic nih
keren itu radial yah bang. kayak matahari :D
Yaps..radial CSS..cuma di chrome aneh ya??
Ini pakai circle jadi dia di tengah..
Fitrah merupakan potensi tertentu yang ada pada diri manusia yang telah dibawanya semenjak lahir ….
‘Tidaklah dilahirkan seorang anak melainkan atas fitrah’
Semoga kita semua bisa kembali Fitrah terutama pada bulan Ramadhan ini. Tidak perduli sekarang ini kita hidup dalam negara yang sedang dirundung krisis, terutama krisis moral dan krisis amanat, seperti dengan semakin merajalelanya korupsi dengan arti yang luas, yang benar-benar mengancam akan eksistensi negara. Tapi alangkah baiknya pertahankan ke-fitrahan dari diri sendiri dulu … :)
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bang …
iya mas begitu mulia nya fitrah kita ini..mngkin rusaknya fitrah itu penyebabnya ya seperti yng mas ulas di atas itu,serta kurangnya iman dan takwa,
Bnar adanya jika kita disuruh mngikuti baik sifat,sikap,dan etika nabi dan rasul.supaya kita selalu berada di jalan tuhan dan selalu dalam Fitrahnya.
Fitroh manusia adalah Baik. Sedangkan yang menentukan difat lainnya adalah Syeithon, karena ia sudah berjanji pada Alloh SWT bahwa ia akan menghasut dan mengajak manusia untuk jauh dari perintah-Nya. :-)
Adeeem bangeet Desain-nya bang, Sayang sekali aku tidak bisa comment banyak kerena masih belajar ngeblog juga. Aku kenal blog juga baru beberapa hari ini dan malah nyasar diblog ini. Tadi aku sempat heran aja lihat halaman berbeda-beda tapi setelah membaca semua commentar di atas dan membaca beberapa artikel yang ditulis aku baru tahu kalau ini nama-nya blog yang mengandung paham Uniq post atau Blogazin yang di miliki seorang Blogaziner…
== salam dari pemula ==