
Banyak yang berpendapat dan selalu mengkaitkan bahwa optimasi website adalah SEO. Itu salah besar, optimasi website tak perlu nyepam, tak perlu kontes, tak perlu keyword, tak perlu top level domain, tak perlu ads, tak perlu mencetak banyak hurup tebal. Jangan pernah samakan anjing dengan kambing karena mereka jelas berbeda.
Banyak pendapat jika website atau blog dengan kecepatan loading yang cepat dapat mempengaruhi SEO. ITU Salah besar, bukti yang nyata banyak hasil pertama di google justru website yang loadingnya setengah mampus. Bahkan saya sempat buat kopi dua gelas dan website itu masih loading.
Banyak yang berpendapat jika website yang valid html akan mempengaruhi SERP. Itu pendapat yang sangat salah, bukti nyata banyak sekali website yang tidak valid HTML dengan eror ratusan masih nangkring di posisi pertama. Dan jarang sekali website yang valid ada di posisi teratas.
Banyak yang berpendapat susunan heading seperti H1, H2 dapat mempengaruhi SERP. ITU pun pendapat yang sangat salah, bukti nyata banyak website di urutan pertama hasil pencarian yang menggunakan heading acak-acakan bahkan banyak H1 yang di duplikasi. SEO tak perlu semantik, namun website yang optimasi perlu semantik.
Carilah template SEO friendly. Itupun pendapat yang sangat salah. Menurut saya tidak ada namanya theme atau template yang seo friendly. SEO itu di bangun berdasarkan kuantitas dan uang juga kelicikan. SEO itu mencari banyaknya atau kuantitas seperti banyaknya keyword, nyepam, link, hurup tebal dan sebagainya.
Banyak yang berpendapat bahwa artikel berkualitas dan segar dapat mempengaruhi SEO. Itupun pendapat yang salah, banyak artikel segar berkualitas yang tidak terlacak Search engine terutama google. Karena artikel yang segar tidak memfokuskan hurup tebal dan mengulang-ulang kata yang tidak perlu.
Hak Cipta © 2012 -2013 Amdhas Chromatic | Tema kreasi: Hendro Prayitno
sependapat bang, saya sekarang aja gak peduli lagi dengan namanya SEO, karena SEO itu racun dunia, tapi mungkin ada hikmah juga dibalik semua ini, saya dulu yg sangat memerdulikan SEO tapi blog saya aja jarang nongol di google, eh sekarang udah gak peduli lagi malah cepet banget di index-nya, bahkan tulisan saya yg belum genap 1 minggu udah nangkring di halaman pertama, itu juga gak tahu apa sebabnya, hehehe… intinya yg penting nulis dan nikmati saja, yang lain menyusul belakangan biarkan berjalan seperti air :D
Dulu ane huga begitu, tapi sekarang memang harus seperti air, biarkan artikel itu jujur apa adanya nantinya huga akan berpengaruh besar pada user. Kualitas artikel yang seo itu penilaian di mata search engine bukan di mata user.
ah saya setuju bang,semuanya betul dan sepaham dengan saya.SEO racun optimasi.Namun saya berrsyukur saya masih mejeng di page one meski tulisan yg saya tulis bukan lah trend sekarang #misal tentang tomcat dan semacamnya,saya nikmati nulis seperti saya makan dan minum setiap hari itu aja bang,sama kek ang deni,biar lah ngalir seperti air
Nah, memang seperti itu. Makanya banyak banget yang chat gua di fb and nanya:
Bang ko bisa sih dapet referensi artikel seperti itu, saya cari di google ko ga ketemu.
Itulah point ke enam bahwa artikel kualitas belum tentu di pandang berkualitas sama search engine. Oleh sebab itu gua ga pernah nautin smashing magazine toh semua dah pada tau, gua tautin link artikel yang benar2 berkualitas tapi anehnya tak terlacak search engine.
So..kesimpulannya search engine bukan mencari segar dan kualitas artikel tapi mencari kuantitas.
super sekali artikelnya bang.
saya dulu orangnya kayak gini amat, keliling sana sini, trekadang sampe berhari-hari dan berjam-jam hanya untuk mencari tips-tips seo, dan menyimpulkan benang merah dari itu semua.
Terus belum lagi cari theme yang seo, thesis katanya paling seo, jadi ikut-ikutan dah make itu.
Namun memang benar mengenai tag h1, h2, dst itu bang, banyak blog dari luar yang posisinya bagus, PRnya bagus, terus saya cek sourcenya rupanya masih menggunakan tag heading h3 pada judul artikel, dimana hal ini berbanding terbalik dengan berbagai tutorial seo yang katanya judul artikel mesti menggunkan h1.
Nah yang diatas juga tuh mas, katanya ke validan css sangat dibutuhkan untuk membuat site kita dianggap berkualitas oleh Google, namun masih banyak juga site2 yg urutan2nya sudah diatas, tapi masih ada errornya juga.
Belum lagi, pihak google hampir tiap bulan mengubah Algoritma SERPnya, Panda, Google Sand, dan sebagainya, jangan-jangan kita malah tidak fokus ke konten karena sangat memperhatikan hal-hal diatas.
Yaps, ga usah jauh2 coba perhatikan saja mark pilgrim memberikan heading yang semantik sesuai. Tapi yang ga sesuai malahan berhasil di serp. Dan lihat askapache dia menghilangkan judul dan menduplikasi H1 walhasil askapache berhasil melawan arus, dan membuktikan bahwa semantik penyusunan heading ga diperlukan search engine.
Semantik di butuhkan bagi web yang ingin optimasi di mata user, memberitahu bahwa iniloh sub judul, iniloh judul utama.
wkwkkw aneh jg klo nulise artikel dan kata yg di ulang dan byak pake tag
strongbisa jadi blog Lawak wkwkwkw…Terkadang bingung kita mengartikannya dan banyak warna-warni link apalagi ga bisa klik kanan dan di kopas. Dah parah banget, bisa berhasil di serp, tapi ga berguna di mata user.
Maaf, Mas… keknya ada kontradiksi deh.
Point 5 : SEO itu di bangun berdasarkan kuantitas dan uang juga kelicikan. SEO itu mencari banyaknya atau kuantitas seperti banyaknya keyword, nyepam, link, hurup tebal dan sebagainya.
Sedangkan point 1 : Itu salah besar, optimasi website tak perlu nyepam, tak perlu kontes, tak perlu keyword, tak perlu top level domain, tak perlu ads, tak perlu mencetak banyak hurup tebal.
Kontradiksinya pada “nyepam” dan “keyword”…
Apa sy yang salah memahaminya ya ^.^a
Kuantitas:
Seo mencari kuantitas ayau banyaknya. Seperti keyword dan lainnya, jika ingin berlohika mengapa seo melarang duplicate konten. Nah, dari situ aja kita bisa simpulkan seo mencari kuantitas bukan kualitas.
Kelicikan:
Seo membutuhkan uang itu benar sekali, klo mau test coba beli adwords. Dan buat web yang tidak relevan dengan isi, tapi tetap aja dia bisa muncul di serp karena dia beli adwords. Dan google pintar dia menotifikasi— mengapa harus iklan ini?
Top level domain:
Seo selalu mencari top level domain dan anak buahnya. Misal google punya anak buah blogspot. Maka itu yang di prioritaskan, dan juga top level domain. Ini pernah di bahas di seomoz bahwa artikel yang segar bisa ada di urutan ke 30 bahkan hilang sama sekali di karenakan tidak top level domain. sedangkan web optimal ga perlu top level domain.
Nyepam:
Perlu untuk seo itu, klo ga perlu berarti ga ada istilah atau kata nyepam. Cuma seo maunya secara halus, yang di bilang backlink lah. off page atau social media lah, atau tautan. SEO perlu sedikit nyepam jangan terlalu banyak.
Oiya… Mas Amdhas tuh apanya Kang Rohman?
Apakah orang yang sama dengan yang mengelola http://www.krtutorplus.com/ ?
tapi kalo masalah H1,H2, dan seterusnya itu masih relevan. sedangkan yang lain menurut saya di ambil dari google panda hehehehe, dimana artikel yang berkualitas dan bermanfaat pasti akan menjadi teratas. satu lagi, theme seo friendly menurut saya yang ringan dimana crawler mudah menggapainya.
Menurut ane ga ada theme seo friendly.
H1 dan anak nya itu hanya menandakan judul dan sub judul, tidak semua artikel berkualitas di atas bahkan jarang sekali. Yang ada di atas bisa jadi artikel berkualitas. Tapi lihat isinya mereka tetap mengoptimalkan seo bukan artikel, yang di mana mereka menargetkan keyword dan link tautan.
Coba klo artikel tersebut tidak mengoptimasi search engine seperti keyword dan memberikan tautan link yang banyak ane jamin 90 persen artikel tersebut tidak terlacak.
Artikel yang berguna. Izin nyimak dulu
MANTAAFFF BANGEET Bang!!
Hmm.. begitulah kalo Terlalu Mendewakan SEO. Ayas dulu siy pernah terpancing mempelajari SEO gituan dan ikut2an nyobai juga, tapi akhirnya malah dibuat bingung gak karuan jadinya!!!
^_^
Makanya udah lama Ayas gak mikirin SEO lagi, mikirin SEO gituan emang bikin tambah Stress deh!!
Mending KOnsentrasi aja ama Kualitas Konten blog Kita, justru lebih baik!!!
Hwehehee.. PizZZ
Yaps, sebenarnya jika kita mempelajari optimasi website maka akan menyangkut semuanya. Yang penting itu optimasi website itu berbeda dengan optimasi search engine. Dan jangan pernah samakan optimasi web dengan optimasi search engine karena itu sangat berbeda.
OKELAHKALOBEGITU Bang!!
Ayas siy setuju2 ajah Bang, karena masalah SEO/ OPTIMASI SERP gituan masih gak mudeng neh… Hwehehee
Pokoknya Ayas cuma tau Posting,Publish dan Komentar aja udah Cukup kok!!!
^_^
PizZZZZZZZZZ
Setuju mas amdhas..apa lagi yg kolom nomor dua, asik bgt..hehe..
jujur..saya buta bgt klw soal seo mas kwkwk..dari dulu saya kurang tertari yg nama nya seo,kemaren ntu ada saya sempat cari – cari tutorial tentang seo,kata nya klw nembak keyword itu,musti hurup nya di bikin tebal dan di garis bawah,trus saya coba juga pake – pake garis bawah dan huruf – huruf tebal pas bikin postingan..tapi weh ternyata bohongan trik nya,saya di tipu mentah – mentah dan di bodohi,mana gak ada ,sama aja..T_T
Penebalan itu hanya perbedaan lebih ke pada makna tag dan visual saja seperti bold dan strong. Yang di cari malahan link, yang bertautan makanya seo itu kuantitas. Klo mau test gampang aja ko. Buat tiga blog:
1. top level domain
2. anak buah google yaitu blogspot
3. bukan top level domain
Buat artikel berbeda dengan pembahasan yang sama di masing2 blog. untuk TLD buat artikel bergaya seo dengan link tautan optimalkan submisison dan sebagainya klo perlu bikin antikopas biar ga bisa di kopas, lalu buat eror halaman sampai ratusan, kemudian berikan iklan terbang sana-sini, jangan berikan padding dan margin biarkan saja biar ga kebaca klo perlu pake font yang kaya uler, buat loading menjadi berat.
yang blogspot biarkan dia mengalir.
Sedangkan yang bukan TLD buat artikel yang benar2 berkualitas tanpa mengulang kata kunci tanpa memfokuskan keyword. Tapi benar2 optimasi halaman valid, kecepatan bisa 100 di page sped, ada navigasi pokonya semua standart website.
Lalu publikasikan ketiga artikel tersebut….lihat hasilnya. Yang ga di optimasi SEO ga akan kelacak padahal berkualitas dan standart web, sedangkan yang TLD malah kelacak padahal ga bisa di kopas dan ga berguna.
Pernah gua buktiin ini ndre…
sayang anda menvonis pendapat yang salah tentang SEO tanpa bukti, klu benar tolong di tunjukkan link web/blog yg bisa di jadikan bukti pendapat SEO yg salah tiap-tiap item 1 s/d 6, agar artikel anda ini benar-benar valid. salam. Jimmy Koten
Banyak buktinya..lihat aja askapache..dan ikutin group kopizine, juga lihat susunan semantik smashing magazine. Lihat lagi mark pilgirm.
Klo mau bukti praktekin aja yang gua komen di andre pandet.
Btw mana link blog ente?
Sama kaya uswah, rohman dan yuda nih..misterius.
maaf mas saya ga bisa cantumkan link blog saya, makasih jawabannya. Saya hanya sedikit bertanya saja. saya mo nambah dikit menurut pendapat saya dengan no. 2. blog anda maksud loadingnya berat saya rasa memang benar tidak berpengaruh asal dengan catatan robot mesin pencari bisa lancar meng “crawl” blog tersebut. Nah coba saja anda punya blog super ringan di page speed, page jet maupun page roket dapat angka 100 saat di check dlm keadaan uptime, namun tiap 5 menit, 15 menit atau keseringan down pada blog kita maka itulah yg bermasalah dari hasil pencarian. bagaimana mas amdhas.
Oh ya mas saya nambah lagi item no 6. saya masih meragukan pendapat anda, kadang seseorang yg menulis artikel pada blog tidak mengerti bagaimana membangun blog yg benar (bukan arti sebenarnya seperti membuat blog) beberapa kasus seperti anda temukan artikel bagus dan segar atau artikel berkualitas yg di publish oleh seorang narablog tdk bagus di serp malah tidak di indeks, mungkin saja siempunya blog tidak mengerti bagaimana harus mensubmit sitemap pd search engine, memasang meta robot (opsional)seperti yg di sarankan pada artikel tentang SEO. contoh sederhana Coba anda tulis artikel bagus maupun jelek bersamaan baik untuk TLD, blogspot dan apa saja dgn topik yg sama tapi blog tersebut asli dari pertama di buat tidak di submite/daftar hingga bertahun2 lamanya ke search engine (sitemap) saya jamin sama-sama jauh dari puncak serp atau malah tidak di indeks. jd bagaimana menurut mas amdhas? salam Jimmy Koten
Numpang lewat..:D
wew..kok gak bisa mencantumkan link nya mas jimmy…
kan biasa aja berdiskusi dengan mencatumkan link…
kan lebih asik dan bersahabat..^_^
kalau gini kan jadi nya seperti anomin
weh lagi musim komentar anonim ya?hemmm cuma bisa bersembunyi dibalik nama anonim… ada apa ini??
Hmm… diskusi yang MANTAAAFF BANGEEET neh!!
Tapi sayang… Ayas gak kenal Om Jimmy tuh???
^_^
Kaaaabuuurrrrr….!!!!
Dibilang setuju atau tidak setuju saya masih bingung juga, karena saya tidak begitu paham tentang SEO.
Yang menjadi pertanyaan saya tulisan diatas itu pendapat pribadi atau memang sudah didukung dengan bukti-bukti yang kuat dengan mengadakan studi kasus, bukan hanya 1 atau 2 kasus tetapi beberapa kasus.
Tulisan diatas memang sedikit kontroversial dengan apa yang sudah pernah saya baca sebelumnya pada blog-blog yang membahas tentang SEO, apakah ini termasuk kedalam membidik kata kunci?
Wel, saya memang masih awam, selama ini blog saya ditujukan untuk kenyamanan pembaca saja tidak lebih dari itu…he…he…he…
Wah, ada bang rudy..emm, sudah pernah saya buktikan bang.
Dan contoh paling real adalah askapache, nah coba lihat blogazinist baru dua bulan sudah dapat taut situs kan? itu juga sebagai bukti.
Klo askapache coba perhatikan susunan dan dia menghilangkan title tag di setiap kategory padahal google tidak menyarankan. Tapi buktinya di wordpress.org askapache berhasil membuktikan bahwa semantik ternyata tak di butuhkan. Dia menduplikasi heading dan menghilangkan judul dan menyusun secara acak2an. Tapi tetap askkapache mendapat taut situs.
Untuk artikel berkualitas saya pun sudah membuktikan, banyak sekali artikel yang justru sumbernya malahan ga kelacak. Nah oleh sebab itu banyak yang mengaku klo itu artikel dia, padahal artikel aslinya ada.
Untuk TLD dan adwords itu sudah jelas sekali, dan untuk adwords adik saya sendiri pernah beli adwords. Karena beli maka google memprioritaskan website tersebut.
Performa dan validasi juga jelas ga akan membuat blog kita di rangking atas meskipun loading kaya setan, tapi klo link, on page, of page, dan keyword ga di perbanyak {kuantitas} tetap saja search engine ga akan mengcrawl.
karena crawl mencari banyaknya atau kuantitas dan juga tautan.
Klo mau praktek gampang:
Di wp huga ada SE internal. Caba saja cari kata kunci maka artikel yang banyak kata kunci tersebut yang terlacak sedangkan yang miskin kata kunci ga akan terlacak.
Sebenarnya cara kerja search engine itu sama…
Google adalah website bukan search engine,,,kenapa banyak yang bilang google search engine?
Karena Halaman depan google adalah search form. Semua website atau blog bisa seperti google.
Caranya?
Buat saja halaman depan hanya search form [form pencarian].
Saya malah ndak pernah memikirkan sampai sejauh itu mas. Google kan ladang bisnis, tentu saja lebih prioritas yang bayar dari pada yang gratisan ;)
Setuju Pak Die…
Jika berminat mari berbisnis bersama saya
Saya seneng nebelin huruf biar jelas nyepamnya, biar kompak dengan yang lain.. :D Tapi saya setuju SEO itu hanyalah berbau uang dan kelicikan. Emang sebaiknya kita gak usah pedulikan seo, tulisa saja sesuai dengan apa yang kita mampu.
lha terus yang bener tuh yang gimana bang?
ingin tahu nih ..
Tidak Ada suatu Pendapat yang Benar, Karena yang Benar Bukanlah Pendapat.
(Mohon Maaf Mas Admin)
saya kurang ngerti tentang SEO juga mas, tapi kira kira yang bener itu yang kaya gimana ya mas?
Wah…. mantep mas… aku baru buat blog ni dan sedang mencari cara supaya blog saya terkenal dengan tehnik SEO, eh gak taunya, setelah pusing2 belajar SEO malah di tampar2 dengan artikel nya mas kayak gini. suwon yo mas, sudah menyadarkan saya. btw mampir ke blog saya yang masih bayi ini. thx
sebelumnya saya minta maaf dulu karena saya kurang setuju dari tulisan ini mas, mengapa? kadang kita hanya mengartikan SEO dengan top rangking teratas sebuah artikel/tulisan dalam sebuah blog maupun website (kasus no. 3). Menurut saya SEO sesuai dengan artinya saja kita sudah bisa memahami apa itu SEO hanya berupa optimasi bukan berarti harus berada di puncak pencarian.
Untuk masalah loading berat memang tidak berpengruh terhadap turun atau naiknya peringkat sebuah artikel dalam search engine, tapi hanya optimasi buat user yg mengakses website kita, lagi-lagi keliru kita memahami tentang SEO. Saya berpendapat, suatu web/blog tersebut ringan/berat tergantung dari jarak akses, hosting, dan jaringan bandwith yg digunakan. Seandainya kita hidup di negara maju yg mempunyai kecepatan internet tinggi mungkin tidak ada pendapat ini mas, hanya saja pengguna internet lemot lebih banyak dari pada pengguna jaringan kecepatan tinggi, maka disarankan buat web yg mudah di akses/loading. sayang donk tulsian bagus, berada di atas mesin pencari tp bikin anda harus sembat bikin kopi dan mengisap sebatang rokok, syukur jika anda mempunyai kepribadian penyabar utk menunggunya, tp tidak untuk user-user lain.
Masalah tag H1, H2 dstnya memang tidak harus di implementasikan, tp seperti yg pernah diungkapkan oleh penulis/pakar? (tentang)SEO hanya mempermudah bagi robot untuk lebih mengenali ( tanpa harus bekerja keras )isi maksud dari sebuah artikel itu sendiri. Percayalah mas, memang tidak menjanjikan harus berada di top rangking, tp hasil dari mesin pencari akan lebih “indah” di hasil pencarian, apalagi mesin pencari besar seperti google, yahoo dan bing bergabung membuat sebuah “petunjuk yg tidak wajib namun “indah” di hasil pencarian” seperti di website schema.org. mengapa saya bilang indah mas, karena menurut saya hasil pencarian akan beda dari seperti contoh pada google rich snippet, dimana hasil pencarian seperti artikel berbentuk event, musik, organisasi dll akan tampak beda dari hasil pencarian.
Mohon maaf jika kepanjangan, itu pengertian menurut saya, maaf jika kurang sependapat.
Yaps, intinya klo menurut saya SEO berbeda dengan optimasi website..
Klo saya pribadi website saya ingin menjadi indah bukan di mata search engine. Website yang indah menurut saya adalah:
1. memperhatikan usability dan lintas browser
2. memperhatikan terjemahan antar muka — translate interface
3. memperhatikan readability
4. memperhatikan validasi
5. memperhatikan responsive
6. memperhatikan performa
7. memperhatikan perangkat
8. memperhatikan semantik
9. memperhatikan accesibility,,terutama untuk penyandang disabilitas.
Klo 9 point di atas bisa memenuhi, itulah website yang teramat indah..meskipun website tersebut tidak mengoptimasi SE,,Tapi bagi saya itulah website yang indah..
Mungkin yang banyak dimaksud disini adalah Blackhat SEO ya Mas? Untuk saat ini saya sendiri masih belajar jadi belum tahu banyak apa itu SEO. Saya punya pendapat untuk poin-2, mungkin itulah keuntungan bagi mereka yang mampu membayar untuk ber-iklan.