
Bicara tentang komitmen maka akan bicara tentang niat, saya akan memprediksikan masa depan sebelum meluruskan artikel ini, dan pada akhirnya silahkan tanya pada diri anda, apakah anda mempunyai komitmen dalam hidup ini? Okeh, ramalan serta prediksi saya pasti berhasil, begini prediksi dan ramalannya:
Yang namanya satu hari hanya ada 24 jam, Tidak lebih. Yang namanya satu minggu hanya ada tujuh hari. Tidak lebih. Yang namanya satu bulan hanya ada 28, 29, 30, dan 31 hari. Tidak lebih. Yang namanya satu tahun hanya ada 12 bulan. Tidak lebih.
Sementara kuota hidup orang sangat terbatas hanya sekitar enampuluh tahun atau tujupuluh tahun atau lebih. Coba siapa yang mau membantah ramalan ini, pastinya tidak ada karena ini real.
Seperti halnya kematian, itu adalah real dan di sebut kemestian. Karena manusia di dunia ini pasti mati. kalu kematian adalah mesti dan sementara waktu adalah ukuran yang pasti. Maka nilai kehidupan adalah terletak pada kemampuan untuk memperbanyak karya, memperbanyak aktifitas produktif dan aktifiras yang positif. Di iringi dengan tindakan, doa, kemauan, dan amal ibadah untuk menyambut kematian dan menyongsong kehidupan berikutnya. Dan caranya agar itu berhasil adalah dengan komitmen.
Arti dari komitmen itu sendiri dalam cakupan luas adalah NIAT. Jika di paparkan seperti ini: “Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya”.
Dalam sebuah lokakarya tiga hari tentang komitmen seorang ibu keberatan mempertanggungjawabkan ketidaktepatan waktunya menghadiri acara seminar tersebut, terjadilah dialog seperti dibawah ini:
status andre di fesbuk:
iya bilang ya…
tidak bilang tidak..
jangan iya lalu bilang tidak…
jangan bilang tidak lalu bilang iya..
jangan meng iyakan lalu men tidak kan
jangan mentidak kan kata lalu mengiyakan kata
setelah meng iyakan lalu men tidak kan…
setelah mengucapkan tidak lalu mengucap kan iya…
ucapkan lah iya jangan ucap kan tidak…
atau ucapkan lah tidak jangan lah ucapkan iya..
klw pilih iya….jangan pilih tidak…
klw pilih tidak…jangan pilih iya…
iya apa tidak….
tidak atau iya…
hahaha gilaa ga nyambung…
karena gw orang yang cuek jadi gw ga pernah pake tameng apapun.. klo salah yaa salah aja… ga usah pake ini itu…
Semua kembali ke komitmen sih rull, klo kita bilang iya tanpa tindakan pastinya ga ada hasil. Klo kita sudah berkomitmen mungkin segala tameng dan alasan tak di perlukan lagi.
Jawabannya ia atau tidak — pilihan
Komitmennya — mau melakukannya atau tidak?
saya punya komitmen ,punya prinsip hdup juga :D hehe time is money bang
btw tuh sering terjadi di realita,kadang saya suka kesel nungguin temen telat,ato siswa telat hhkhk
klo liat percakapan di atas, yang ini “jadi sebelum pagi ini anda terlambat sebetulnya sudah ada keinginan di kepala anda untuk terlambat”. ap gak dipikirkan ya ini (jadi sebelum pagi ini saya terlambat sebetulnya sudah ada keinginan di kepala untuk datang)” datang>>> komitment.
btw manusia gak ad yg sempurna jika sudah berusaha tp Allah berkehendak lain emang kita bisa apa.
btw lagi: bantuannya buat pindah ke byethost ko gak sukses saya mas hehhe.. dah siap ni theme saya :)
Yaps..seperti itu Kim jika Allah sudah berkehendak lain lagi ceritanya, namun biar bagaimanapun kita sebagai manusia hanya berusaha.
Seperti hal yang mustahil,,manusia tak bisa membuat sebuah planet dan galaxi. Manusia pun tak mampu membuat mahluk lain.—itu yang mustahil manusia bisa lakukan.
Yang mungkin adalah, manusia bisa membuat pesawat jika niat,,tapi ada juga yang mau membuat pesawat namun tidak bisa membuatnya..kenapa tidak bisa? karena tidak ada niat dan komitmen, kalu sebenernya dia sanggup membuat pesawat.
Weh, dah jadi kim themesnya? mantap..klo host ntar kita obrolannya di FB oks..biasanya sih sehari juga jad kim.
kalo saya bang, punya komitmen; pengen mengahabiskan hidup dimana saya dibesarkan :D
Semoga terlaksana komitmennya dhan.
no comment but yes.
Siip..
Kalau saya, kometmen memang harus perlu.
Namun kometmen juga kadang bisa berubah karena keadaan yang menuntutnya.
Klo berubah bukan komitmen dong, klo komitmen apapun keadaannya namun tekad tetap bulat..seperti dialog di atas.
Ibu itu bisa tau dong, keaadaan jakarta kapan di waktu macet dan kapan waktunya tidak macet. Klo dia punya komitmen maka keadaan bisa di atasi, dia bisa menggunakan di mana waktu tidak macet walaupun harus berangkat subuh.
Saya punya komitmen, tapi suka berubah-ubah apa itu artinya plin-plan bang? alnya terkadang mau ini tapi nanti berubah lagi mau itu.
Itu sih bukan komitmen tapi plin-plan..ga punya niat klo begitu mah..
komitmen untuk diri sendiri dulu…
komitmen seperti janji pada diri sendiri ya bang? harus di tepati meskipun nanti hasil akhirnya tidak terpenuhi. intinya membuat janji pada diri sendiri dan di iringi dengan usaha.
CMIIW
Komitmen bagi saya adalah ketika memantapkan diri tuk bersedia melakukan sesuatu secara berulang-ulang (repetition). Memang tak mudah. Perlu kedisiplian dan juga NIAT, seperti yg bang Hendro tulis di atas.
Btw, blogazine-nya kereeeeen 0_0′
Dalam komitmen itu emang dibutuhkan Niat yg kuat & tulus tuk menjalaninya. Perlu usaha yg penuh perjuangan & pengorbanan juga. Tapi sering kali Niat itu terpengaruh oleh godaan yg gak karuan yg muncul dari dlam diri Kita, sehingga Komitment itupun ikut luntur. Hmm.. KOmitment itu apakah bisa dikatakan sama dengan Cita2 Bang Amdhas???
Setiap manusia pasti memiliki komitmen, tergantung pada masing-masing pribadi apakah berpegang teguh pada sebuah komitment atau bersifat fleksibel dengan komitment yang dimiliki
salam dari pamekasan madura
saya baru paham istilah melonggarkan komitmen.. tapi yang pasti saya setuju, niat yang kuat maka itu sudah termasuk komitmen.. :)
Terasa di tonjok euy saat niat itu setengah2 itulah komitmen yg terlupakan.
untuk artikel ini saya gak bisa baca gan agak burem tampilannya
secara keseluruhan ini blog yang sangat menarik setiap artikel dikasih tampilan yang berbeda